Sumbawa Besar
Sabalong samalewa !
Inilah motto dari daerah kelahiranku ini .Aku merindukan yang ada di daerahku ini, mulai dari kebudayaan , makanan, ciri khasnya.
Kebudayaan Sumbawa
Daerah Sumbawa juga memiliki kebudayaan yang menjadi ciri khas masyarakat
Sumbawa. Masyarakat Sumbawa biasa di sebut dengan “Tau Samawa”. Para tau Samawa
pada zaman dahulu memiliki berbagai macam kebudayaan dan kesenian diantaranya
yaitu :
UPACARA NYORONG
Upacara Nyorong merupakan salah satu
prosesi pernikahan putra-putri sumbawa (tau samawa) Nusa Tenggara Barat.
Upacara nyorong ini di laksanakan setelah bakatoan (lamaran). pihak laki-laki
di terima oleh orang tua si wanita yang kemudan di teruskan dengan cara
basaputis ( memutuskan ). Di dalam acara basaputis inilah di tentukan hari-hari
baik untuk melaksanakan acara nyorong dalam sebuah prosesi pernikahan
masyarakat samawa. Disini tau samawa hanya mengenal istilah nyorong meliputi
barang yang diantar, orang yang mengantar dan pihak yang menerima.
MAIN JARAN
Main jaran merupakan suatu permaian keahlian memacu kuda oleh
seorang joki. Permainan ini sangat digemari oleh masyarakat setempat bahkan
masyarakat dari luar pulau Sumbawa sengaja datang untuk menyaksikan kegaitan
permainan tersebut.
Salah
satu wujud dari karya-karya kreatif bangsa. khususnya di Kabupaten Sumbawa
Barat, terdapat budaya balapan hewan yaitu Barapan Kebo, yang artinya adalah
Balapan Kerbau.
Sepat adalah masakan
khas daerah Sumbawa, rasanya asam - asam segar. Biasanya di bulan puasa,
30 hari puasa maka 30 hari sepat hadir menemani berbuka.
masakan yang satu ini terbuat dari ikan yang diiris medium size dan dibakar. Lalu dihidangkan dengan kuah dengan bumbu-bumbu yang begitu lezat. Ibu- ibu yang ngidam selalu pengennya sepat, makanan ini populer di Sumbawa. Memang inilah salah satu resep masakan khas daerah Sumbawa.
3. Gecok
Gecok merupakan salah
satu masakan khas Sumbawa yang berbahan utama daging dan jeroan sapi. dihidangkan dengan cara seperti ditumis dan dibalut dengan parutan kelapa
berbumbu.
kesan garing, renyah, dan gurih menyelimuti makanan khas Sumbawa ini.
Sesuai dengan perkembangan zaman, main
jaranpun ikut berkembang. Hal ini masih kita lihat sampai sekarang yang
dilakukan oleh masyarakat Sumbawa. Dilihat dari atribut yang digunakan oleh
kuda-kuda pacu dan para joki sudah memperhatikan keselamatan. Kuda pacu
diberikan hiasan-hiasan yang terbuat benang woll dan bahan lainnya, berikut
disebutkan beberapa atribut yang digunakan oleh kuda pacu.
- Jombe atribut yang terbuat tali (benang woll) yang ditempelkan berbagai macam pernak pernik dan dipasang di muka dan leher kuda.
- Tali kancing merupakan tali yang diikat dan dipasang di dalam mulut kuda dan digunakan pada saat pelepasan.
- Kili merupakan kawat yang dibuat berbentuk angka delapan sebagai penyambung tali pengendali dengan rantai yang ada dipasang di mulut kuda.
- Lapek merupakan alas tempat duduk joki yang diletakkan pada punggung kuda dan terbuat dari alang-alang dan atau daun pisang kering.
Begitu hal dengan atribut yang digunakan oleh joki, juga
diperhatikan dengan tujuan untuk menjaga keselamatan para joki. Berikut
disebutkan beberapa atribut yang digunakan oleh para joki.
- Helem digunakan sebagai pelindung kepala dan berfungsi sebagai untuk mengurangi cidra dari joki apabila terjatuh.
- Baju kaus berlengan panjang dan celana panjang.
- Ketopong digunakn sebagai sarung kepala digunakan sebelum memakai helem.
- Cambuk biasanya terbuat dari kayu rotan.
- Baju ban (baju rompi) yang memiliki nomor sebagai nomor urut kuda.
Selain perkembangan atribut yang digunakan oleh para joki.
peraturan main jaranpun mengalami perubahan. Zaman dahulu peraturan main jaran
tidak terlau ketat, namun sekarang peraturan-peraturan tersebut sangat ketat.
Dari arena pacuan samapi aturan mainnya sangat diperhatikan.
BARAPAN KEBO
Salah
satu wujud dari karya-karya kreatif bangsa. khususnya di Kabupaten Sumbawa
Barat, terdapat budaya balapan hewan yaitu Barapan Kebo, yang artinya adalah
Balapan Kerbau.
1. Memasuki Arena
Pertandingan
Barapan Kebo dilombakan di dalam sawah yang
berair.Tentu saja, sesuai dengan habitat kerbau yang memang suka dengan
kubangan air.
Menariknya, sebagai usaha yang sangat
serius untuk mempromosikan budaya Barapan Kebo, Bupati Sumbawa Barat membawa
Barapan Kebo ini bukan di Sumbawa, tetapi diseberangkan ke Senggigi, Kabupaten
Lombok Barat, jantungnya pariwisata Lombok. Event yang dinamakan “Barapan Kebo
Eksibisi” ini dilangsungkan Minggu, 3 Juni 2012 mulai pukul 08.00 hingga siang
hari
Sekitar 124 pasang kerbau diseberangkan
menggunakan truk-truk yang disewa khusus untuk mengangkut kerbau ini. Jika
dalam satu truk hanya bisa memuat 3 pasang kerbau, maka sedikitnya 41 truk
dibutuhkan untuk menyeberang dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuju pantai
Senggigi. Perjalanan dari Kabupaten Sumbawa Barat menuju Senggigi sendiri bukan
sebentar, dibutuhkan sekitar 5-6 jam perjalanan darat, termasuk menyeberang
Selat Lombok menggunakan kapal fery penyeberangan yang memakan waktu sekitar 2
jam perjalanan.
Panggung besar sudah disiapkan di
pinggir lapangan. Sementara di depan panggung, arena balap berupa sawah satu
petak memanjang sekitar 75m sudah diberi air. Di kiri kanan arena, terdapat
jalan yang diperuntukkan bagi para penonton melihat balapan. Sementara bagi
para wartawan, disediakan tempat pas di depan garis finish untuk melihat dan
memfoto secara lebih dekat.
Acara dimulai dengan pemukulan lumbung
padi secara bersama-sama oleh Pak Bupati.Pemukulan lumbung padi ini juga budaya
daerah sebagai lambang kegembiraan, dan biasanya memang diadakan sebagai tanda
pembukaan suatu acara ataupun pesta.
3. Pemukulan
Lumbung Padi oleh Bupati dan Staf
Sesuai pembukaan, mulailah para joki dan
kerbau ini memasuki arena balapan. Para kerbau ini, terutama yang langganan
juara dan kerbau unggulan, dikenalkan satu persatu saat memasuki arena. Saat
sebuah nama kerbau disebut, diiringi dengan deretan prestasi yang telah diraih,
disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton.
Nama-nama kerbaupun dibuat sangat unik,
dan lucu-lucu. Ada nama Hercules, Chris John, Jet Tempur, Harapan Bangsa, dan
berbagai nama lain yang disematkan oleh pemiliknya. Tubuh kerbau ini gempal dan
berisi, sangat terlihat bahwa kerbau-kerbau ini dirawat dengan baik dengan gizi
yang penuh.
4. Berjuang
Mengendalikan Kerbau
Pamer Barapan Kebo ini semakin lama
semakin moncer. Karenanya, pemiliki kerbau juara juga menjadi prestise
tersendiri.Akibatnya bisa ditebak, harga kerbau juara biasanya langsung
melambung tinggi, beberapa kali lipat dari harga kerbau biasa. Kerbau juara,
bisa dihargai Rp 70 juta sepasang. Karena memang, balapan ini dilakukan oleh
dua ekor kerbau, yang dipasangkan dengan menggunakan kayu berbentuk segitiga,
yang juga digunakan oleh joki sebagai tempat berpijak.
5. Mengarahkan
Menuju Patok Kayu Tanda Finish
Balapan kerbau sendiri dibagi menjadi
beberapa kelas; mulai umur 2 hingga 5 tahun. Masing-masing kelas sudah ditandai
sesuai dengan umur dan berat badannya.Yang menarik, tentu saja kerbau kelas A,
yang berbadan kekar dan besar. Kecepatan kerbau-kerbau ini memang di atas kelas
yang lebih kecil. Disini Mereka masih menggunakan stop watch digital, yang
dihubungkan dengan petugas pencatat waktu di panggung.
Makanan
Khas Sumbawa
Setiap daeah pasti
memiliki makan khas daerahnya masing-masing, begitu pula dengan Kabupaten
Sumbawa. Makanan-makanan khas dari daerah Sumbawa diantaranya:
1. Singang
Singang, begitulah
masyarakat di Sumbawa menamai masakan tradisional berbahan ikan segar ini. Ikan
segar yang dibumbui dengan berbagai macam rempah tersebut selintas mirip dengan
gulai ikan karena kuahnya.
Dari tampilannya saja, kuah Singang sudah cukup menggugah selera. Warna kuah yang kekuningan dipadu dengan warna hijau daun kemangi dan warna merah cabe rawit, menjadikan menu masakan ini terlihat segar.
Sementara rasa kuah Singang yang didalamnya ada asam Jawanya, terasa agak asam, tapi sangat lezat.
Dari tampilannya saja, kuah Singang sudah cukup menggugah selera. Warna kuah yang kekuningan dipadu dengan warna hijau daun kemangi dan warna merah cabe rawit, menjadikan menu masakan ini terlihat segar.
Sementara rasa kuah Singang yang didalamnya ada asam Jawanya, terasa agak asam, tapi sangat lezat.
Untuk bisa menikmati
menu masakan ini di Sumbawa tidak terlalu sulit, karena cukup banyak warung
makan di daerah tersebut yang menyediakan menu yang satu ini. Salah satu warung
yang sudah lama menyajikan masakan khas ini berada di dekat monumen arah kota
Sumbawa.
Singang, menurut pengelola warung makan di Sumbawa, berbahan ikan segar. Ikan yang dipilih boleh apa saja. Namun, mereka menganjurkan menggunakan ikan bandeng atau kakap.
Singang, menurut pengelola warung makan di Sumbawa, berbahan ikan segar. Ikan yang dipilih boleh apa saja. Namun, mereka menganjurkan menggunakan ikan bandeng atau kakap.
2. Sepat
Sepat adalah masakan
khas daerah Sumbawa, rasanya asam - asam segar. Biasanya di bulan puasa,
30 hari puasa maka 30 hari sepat hadir menemani berbuka.masakan yang satu ini terbuat dari ikan yang diiris medium size dan dibakar. Lalu dihidangkan dengan kuah dengan bumbu-bumbu yang begitu lezat. Ibu- ibu yang ngidam selalu pengennya sepat, makanan ini populer di Sumbawa. Memang inilah salah satu resep masakan khas daerah Sumbawa.
3. Gecok
Gecok merupakan salah
satu masakan khas Sumbawa yang berbahan utama daging dan jeroan sapi. dihidangkan dengan cara seperti ditumis dan dibalut dengan parutan kelapa
berbumbu.kesan garing, renyah, dan gurih menyelimuti makanan khas Sumbawa ini.
SUMBER
http://samawasamawa.blogspot.com/2011/12/musik-tradisional-sumbawa.html
http://gokilgila.blogspot.com/2012/01/kebudayaan-suku-tau-samawa-suku-sumbawa.html
http://sosbud.kompasiana.com/2012/11/02/budaya-samawa-sebagai-cermin-keluhuran-bangsa-500112.html
http://dumalana.com/2011/11/15/30766/



0 komentar:
Posting Komentar